mahjong
situs slot gacor
mahjong ways

Tak Ada Listrik dan Internet, Siswa SMP Satap Lambitu Bima TKA di Kebun Jagung

Tak Ada Listrik dan Internet, Siswa SMP Satap Lambitu Bima TKA di Kebun Jagung – Keterbatasan akses listrik dan internet masih menjadi kendala serius bagi dunia pendidikan di daerah terpencil Nusa Tenggara Barat. Para siswa SMP Satap (Satu Atap) di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, harus berjuang ekstra mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan lokasi yang tidak biasa: di tengah kebun jagung.

Kondisi Memprihatinkan Siswa di Lambitu

Kecamatan Lambitu merupakan salah satu wilayah dengan akses infrastruktur terbatas di Pulau Sumbawa. Berdasarkan data sekolah, terdapat beberapa SMP di kecamatan ini, termasuk SMPN 3 Lambitu Satap dan SMPN 4 Lambitu Satap yang keduanya terakreditasi C .

Keterbatasan ini memaksa para siswa dan guru berimprovisasi. Minimnya jaringan listrik membuat mereka kesulitan mengakses perangkat elektronik. Sementara itu, tidak adanya sinyal internet menjadi hambatan terbesar dalam mengikuti asesmen yang seharusnya berbasis teknologi.

Mengapa TKA Harus Digelar di Kebun Jagung?

TKA (Tes Kemampuan Akademik) merupakan asesmen nasional yang digelar spaceman slot serentak pada 6-16 April 2026 . Asesmen ini bertujuan memetakan kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi. Hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya .

Di daerah dengan akses listrik dan internet terbatas seperti Lambitu, sekolah harus mencari solusi kreatif. Kebun jagung yang berada di area terbuka ternyata menjadi lokasi paling memungkinkan untuk mendapatkan sinyal internet, meskipun hanya seadanya.

Para siswa terpaksa berjalan kaki atau menggunakan kendaraan seadanya menuju titik-titik tertentu di kebun jagung yang kebetulan memiliki sedikit sambungan sinyal. Di bawah terik matahari, mereka mengerjakan soal-soal TKA dengan perangkat seadanya.

Kesenjangan Digital Masih Menjadi PR Besar

Kasus ini menyoroti kesenjangan digital yang masih terjadi di Indonesia. Program pembelajaran digital dan asesmen berbasis komputer (CBT) sulit diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah Nusantara.

Meski pemerintah melalui Kemendikdasmen telah berupaya menyediakan berbagai solusi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) masih menghadapi tantangan luar biasa. Akses terhadap listrik saja belum merata, apalagi infrastruktur internet.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, sebelumnya menegaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Asesmen ini lebih berfungsi sebagai alat pemetaan kemampuan dan diagnostik untuk perbaikan pembelajaran ke depan . Namun pernyataan ini tidak serta-merta menghilangkan beban para siswa yang harus berjuang ekstra hanya demi mengikuti asesmen tersebut.

Harapan untuk Pemerataan Infrastruktur

Kisah siswa SMP Satap Lambitu ini menjadi potret ironis pemerataan pendidikan slot 10k di Indonesia. Di satu sisi, pemerintah mengampanyekan digitalisasi pendidikan. Di sisi lain, masih banyak anak di daerah terpencil yang harus mencari sinyal di kebun jagung untuk sekadar mengikuti ujian.

Diharapkan kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat dan daerah. Pembangunan infrastruktur listrik dan internet di wilayah 3T harus menjadi prioritas. Tanpa itu, program-program pendidikan nasional akan sulit menjangkau seluruh anak bangsa secara adil dan merata.